/Udjo Ngalagena, Cikal Bakal Saung Angklung Udjo

Udjo Ngalagena, Cikal Bakal Saung Angklung Udjo

Udjo Ngalagena merupakan pendiri Saung Angklung Udjo atau SAU.  Lokasi Saung Angklung Udjo berada di Jalan Padasuka Pasirlayung Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung Provinsi Jabar. Udjo lahir pada 5 Maret 1929.

Mengutip rilis HUMAS PEMKOT BANDUNG, Udjo Ngalegena dan istrinya Uum Sumiati mendirikan Saung Angklung Udjo pada tahun 1966. Tujuan awalnya ingin melestarikan dan memelihara seni dan kebudayaan tradisional Sunda.

Udjo Ngalegana, merupakan seorang pengrajin tradisional, membangun tempat itu pada tahun 1966 sebagai sarana untuk memberi kembali kepada masyarakat. Udjo Ngalagena tutup usia pada 3 Mei 2001.

Dalam perjalanannya Saung Angklung Udjo menjadi salah satu destinasi wisata utama di Kota Bandung. Saung Angklung Udjo adalah suatu tempat yang merupakan tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu. SAU dikelola oleh anak dan cucu dari Udjo Ngalegena dan Uum Sumiati.

Lebih dari itu, Saung Angklung Udjo mempunyai tujuan sebagai laboratorium kependidikan dan pusat belajar untuk memelihara kebudayaan Sunda dan khususnya angklung.

Dengan suasana tempat yang asri karena dikelilingi oleh pohon-pohon bambu, dari kerajinan bambu dan interior bambu sampai alat musik bambu.

Di samping pertunjukan rutin setiap sore, Saung Angklung Udjo telah berkali-kali mengadakan pertunjukan khusus yang dilakukan pada pagi atau siang hari.

Tak hanya di tingkat lokal, Saung Angklung Udjo juga telah menorehkan rekor dunia pada tanggal 9 Juli tahun 2011 lalu. Melalui ensambel angklung terbesar, yang dimainkan 5.182 orang di National Mall Washington, DC, Amerika Serikat. Ini telah memecahkan rekor dunia dan tercatat dalam The World Guiness Book of the Record. Para pemain angklung, yang sebagian besar amatiran, membawakan lagu “We are the World”.

Pada saat pandemi Covid-19,  SAU pernah tutup sementara karena kebijakan larangan berkerumun dan sempat menyebabkan objek wisata berbasis budaya ini mati suri. Tetapi kini SAU kembali menggeliat dan berkreasi.

Di Saung Angklung Udjo pengunjung, tidak hanya dapat menikmati seni pertunjukan, tetapi berbagai produk alat musik bambu tradisional (angklung, arumba, calung dan lainnya) dibuat dan dijual kepada para pembeli.

Saung Angklung Udjo buka setiap hari yaitu dari hari Senin hingga Minggu. Buka dari pagi hingga sore hari. Sedangkan jadwal pertunjukkannya yaitu pada pukul 10.00, 13.00, dan 15.30 WIB. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

foto : Saung Angklung Udjo