/The Jansen Rilis Album Ketiga “Banal Semakin Binal”

The Jansen Rilis Album Ketiga “Banal Semakin Binal”

The Jansen melalui demajors meluncurkan album ketiga berjudul “Banal Semakin Binal” pada Jumat 29 Juli 2022 dalam format compact disc, digital, dan NFT. Berbeda dengan kedua album sebelumnya dirilis terbatas dalam format kaset pita dan berbahasa Inggris. 

Untuk melengkapi gairah ‘kekinian’ penggila musik, band ini juga merilis album dalam format NFT (Non-Fungible Token) sebanyak 100 kopi di blockchain Cardano (ADA). 

Album The Jansen “Banal Semakin Binal” sudah tersedia dan bisa dinikmati di berbagai platform streaming digital, diantaranya Spotify, Apple Music, Resso, YouTube Music dan Joox. CD juga dapat dipesan di seluruh jaringan edar [at]demajors dan NFT (Non-Fungible Token) dapat diakses di laman resmi http://demajors.com/nft/ lengkap dengan informasi tata cara pembeliannya

Personil The Jansen adalah Cintarama Bani Satria (vokal, gitar), Adji Pamungkas (bass) dan Aduy (drum). Ketiganya sepakat muncul ke permukaan dengan nama band yang terinspirasi dari lagu ‘Hey Jansen’ milik The Kuda, band punk Bogor yang menghiasi soundtrack film ‘Rocket Rain’garapan sineas Anggun Priambodo (2013). Kegilaan mereka terhadap lagu tersebut berperan kuat sebagai keputusan dalam memancang identitas dan formasi grup yang mengusung musik mid-tempo 70s punk sejak tahun 2015. 

Dalam album ketiga ini, The Jansen berfokus kepada singel ‘Tipu Daya Sejarah’. Album ini selesai selama satu semester atau enam bulan di tahun 2021. The Jansen melepas album digital “Banal Semakin Binal” dengan selusin lagu dan sebuah lagu tambahan berjudul ‘Planetarium’ dalam format compact disc yang direkam belakangan ini.

“Lagu ini adalah ungkapan keraguan dari berbagai sejarah yang masih dipertanyakan kebenarannya di negeri ini. Semoga membuka mata dan pikiran banyak orang” tutur pemain bass The Jansen Adji dalam rilis yang diterima Golali.id.

Beragam cerita dieksplorasi dengan sangat bebas dan tidak berjarak. Penuturan lirik berbahasa Indonesia yang sederhana namun tajam terpampang kuat, melalui presentasi aransemen musik yang sudah pasti merasuki audiens saat dibawakan langsung di atas panggung.  

 “The Jansen menggaungkan panjang umur pertemanan dalam skena tanpa batas, peran komunitas selalu menjadi bagian perkembangan The Jansen sampai sekarang. Ini yang membuat kami berusaha berjejaring antar kota dan negara yang sudah dipermudah oleh teknologi” jelas Adji. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

foto : demajors