/Sembilan Bulan Raihan Pendapatan Indosat Ooredoo Naik 12 Persen Dibandingkan 2020
President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama

Sembilan Bulan Raihan Pendapatan Indosat Ooredoo Naik 12 Persen Dibandingkan 2020

Indosat Ooredoo membukukan total pendapatan sepanjang sembilan bulan pada tahun 2021, naik sebesar 12 persen dibandingkan dengan tahun lalu atau tercatat Rp23 triliun.

Untuk pendapatan seluler naik 10,3 persen menjadi Rp18,8 triliun. EBITDA meningkat 22,7 mencapai Rp10,4 triliun. Sementara untuk laba bersih mencapai Rp5,8 triliun.

Indosat Ooredoo juga mencatatkan 62,3 juta pelanggan yang puas dan terlibat dalam sembilan bulan tahun 2021 atau meningkat 3,2 persen. Pelanggan data 4G tumbuh menjadi 43 juta, meningkat 27 persen.

Pendapatan Rata-rata per Pengguna (ARPU) meningkat sebesar 7,9 persen menjadi Rp34,2 ribu, terutama didorong oleh pertumbuhan yang kuat dalam lalu lintas data, yang naik 39,2 persen.

“Eksekusi dari strategi transformasi kami memperlihatkan bahwa Indosat Ooredoo mempertahankan momentum pertumbuhannya dan memberikan kinerja keuangan yang sangat baik. Dalam sembilan bulan tahun ini, pertumbuhan pendapatan kami terus berlanjut mengungguli industri. Kami kembali berhasil menunjukkan kinerja EBITDA yang kuat, yang tumbuh hampir dua kali lebih cepat dari pendapatan. Kami terus memberikan kinerja jaringan dan layanan digital yang luar biasa kepada pelanggan setia kami. Kepercayaan pelanggan yang meningkat telah membuat basis pelanggan kami tumbuh selama sembilan bulan terakhir. Kami berterima kasih kepada pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan atas dukungan yang berkelanjutan kepada Indosat Ooredoo,” kata President Director and CEO Indosat Ooredoo, Ahmad Al-Neama dalam rilis tertulisnya, Jumat 29 Oktober 2021.

Layanan 5G dan 4G

Selama kuartal ketiga (Q3) 2021, Indosat Ooredoo meluncurkan layanan 5G komersial di Jakarta dan Surabaya. Setelah sebelumnya peluncuran perdana 5G di Solo pada Juni 2021.

Selama triwulan tersebut Indosat Ooredoo juga melanjutkan perluasan jangkauan jaringan 4G di seluruh tanah air. Antara lain layanan 4G/LTE ke 124 desa terpencil di Aceh, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Baca juga :  Tak Nyaman di Alun-alun Bandung Lapor ke Pos Satpol PP di Sini

Penggelaran jaringan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program Pemerintah untuk memenuhi cakupan 4G di seluruh Indonesia dan menggelar layanan 4G/LTE di 645 desa terpencil pada tahun 2022. Dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, jumlah total BTS Indosat Ooredoo mencapai hampir 126 ribu yang 70 ribu di antaranya adalah BTS 4G.

“Selama kuartal ketiga kami terus memperluas dan memperkuat jaringan kami untuk menghubungkan lebih banyak pelanggan di seluruh Indonesia dan bahkan di daerah terpencil. Kami meluncurkan layanan 5G di lebih banyak kota yang membantu mengubah Indonesia menjadi negara yang berkemampuan 5G. Dan kami terus menghadirkan teknologi dan produk digital terbaik kepada pelanggan kami dalam kemitraan dengan beberapa perusahaan teknologi terkemuka dunia. Kami berkomitmen penuh untuk mendukung agenda Pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai digital powerhouse di kawasan,” beber Ahmad.

Keberhasilan strategi transformasi Indosat Ooredoo dan kinerjanya yang luar biasa diakui oleh beberapa penghargaan bisnis internasional utama selama kuartal tersebut. Secara khusus, Indosat Ooredoo dinobatkan sebagai ‘Telecommunications Company of the Year’ di Stevie International Business Awards tahun ini.

Sementara Ahmad Al-Neama juga dianugerahi Gold Stevie untuk kategori ‘Executive of the Year – Telecommunications’ sebagai pengakuan atas komitmennya yang kuat terhadap tata kelola yang baik, inovasi, dan keterlibatan, kesejahteraan, dan pengembangan karyawan. (*/Golali.id)

Dok : Indosat Ooredoo