/Sejarah Saung Angklung Udjo

Sejarah Saung Angklung Udjo

Saung Angklung Udjo atau SAU adalah salah satu lokasi wisata di Kota Bandung. Saung Angklung Udjo adalah suatu tempat pertunjukan, pusat kerajinan tangan dari bambu, dan workshop instrumen musik dari bambu.

Sejarah Saung Angklung Udjo bermula dari Udjo Ngalagena sebagai pendiri Saung Angklung Udjo.  Lokasi Saung Angklung Udjo berada di Jalan Padasuka Pasirlayung Kecamatan Cibeunying Kidul, Kota Bandung Provinsi Jabar.

Mengutip rilis HUMAS PEMKOT BANDUNG, Udjo Ngalegena dan istrinya Uum Sumiati mendirikan Saung Angklung Udjo pada tahun 1966. Tujuan awalnya ingin melestarikan dan memelihara seni dan kebudayaan tradisional Sunda.

Kini Saung Angklung Udjo dikelola oleh anak dan cucu dari Udjo Ngalegena dan Uum Sumiati.

Tak hanya di tingkat lokal, Saung Angklung Udjo juga telah menorehkan rekor dunia pada tanggal 9 Juli tahun 2011 lalu. Melalui ensambel angklung terbesar, yang dimainkan 5.182 orang di National Mall Washington, DC, Amerika Serikat. Ini telah memecahkan rekor dunia dan tercatat dalam The World Guiness Book of the Record. Para pemain angklung, yang sebagian besar amatiran, membawakan lagu “We are the World”.

Pada saat pandemi Covid-19,  SAU pernah tutup sementara karena kebijakan larangan berkerumun dan sempat menyebabkan objek wisata berbasis budaya ini mati suri. Tetapi kini SAU kembali menggeliat dan berkreasi.

Di Saung Angklung Udjo pengunjung, tidak hanya dapat menikmati seni pertunjukan, tetapi berbagai produk alat musik bambu tradisional (angklung, arumba, calung, dan lainnya) dibuat dan dijual kepada para pembeli.

Saung Angklung Udjo buka setiap hari yaitu dari hari Senin hingga Minggu. Buka dari pagi hingga sore hari. Sedangkan jadwal pertunjukkannya yaitu pada pukul 10.00, 13.00, dan 15.30 WIB. (Yatni Setianingsih/Golali.id)