/Sejak Kapan “Hantu” Gentayangan di Jalan Asia Afrika ?

Sejak Kapan “Hantu” Gentayangan di Jalan Asia Afrika ?

Jalan Asia Afrika di Kecamatan Sumur Bandung Kota Bandung, menjadi salah satu tujuan wisata di Kota Bandung. Di Jalan Asia Afrika Kota Bandung ini biasanya, wisatawan berfoto di sekitar bangunan heritage seperti Gedung Merdeka, Nol Kilometer Bandung, dan bangunan bersejarah lainnya.

Selain itu, pengunjung pun bisa berfoto dengan “hantu” seperti kunti, pocong, sundel bolong, hingga vampir. Untuk yang enggan berfoto dengan “hantu”, adapula robot dan lain-lainnya.

“Hantu” maupun robot dan tokoh dalam film-film kartun yang tengah hits,  mereka merupakan orang-orang yang bermake-up dan berkostum menyerupai “hantu” maupun robot ataupun tokoh kartun. Bisa juga disebut sebagai cosplay culture.

Nah, sejak kapan cosplay culture seperti “hantu” itu ada di Jalan Asia Afrika? Menurut Gubernur Jabar Ridwan Kamil atau Kang Emil, cosplay culture ini muncul sejak 2015 setelah gelaran peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA)

“Cosplay culture ini muncul ramai sejak trotoar di jalan Asia Afrika diperlebar dan diperbaiki tahun 2015 saat Peringatan KAA.

Semua yang mau berekspresi di ruang publik dipersilahkan karena kita negara demokrasi, namun harus memenuhi dengan 2 syarat:
1. Jangan melanggar ketertiban dan aturan.
2. Jaga kebersihan ruang publik yang dipergunakan,” tulis Kang Emil melalui akun instagram pribadinya @ridwankamil yang diunggah pada Minggu, 31 Juli 2022.

Jadi siapa yang mau berfoto dengan “hantu” di Jalan Asia Afrika ?

(Yatni Setianingsih/Golali.id)

Baca juga :  Nasi Uduk, Kuliner Betawi Pengantar Aktivitas