/Secuil Sejarah Bandung Pada Taman Badak di Kota Bandung

Secuil Sejarah Bandung Pada Taman Badak di Kota Bandung

Taman Badak yang berada di Komplek Balai Kota Bandung bisa menjadi salah satu destinasi wisata kala mengunjungi kota kembang. Taman yang berada dalam Taman Balai Kota ini, memiliki ikon utama patung seekor badak putih.

Suasana sejuk dan asri sangat terasa, hal ini berasal dari banyaknya pepohonan yang menaungi taman yang berada di pusat Kota Bandung. Suara burung pun menghadirkan suasana khas di antara rimbunnya dedaunan.

Keberadaan monumen badak putih yang telah hadir sejak 1981, yang diresmikan Wali Kota Bandung saat itu Husen Wangsaatmadja, bukan hanya untuk mempermanis taman yang berada di Jalan Wastu Kencana ini.

Mengutip rilis Humas Pemkot Bandung yang mengambil bahan tulisan dari Koran Pikiran Rakyat edisi 10 Oktober 1981, terkait peresmian Monumen Badak Putih tersebut. Wali Kota Husen Wangsaatmadja mengisahkan pendirian monumen badak putih itu, sebagai simbol kerinduan warga Kota Bandung akan kondisi alam yang sehat, tidak kekurangan air, tertib, serta sejuk dengan banyaknya pepohonan.

“Penempatan monumen Badak Putih juga sebagai perlambang betapa manusia sebenarnya tidak bisa hidup tanpa kehidupan satwa. Hewan itu tak perlu dibenci apalagi dimusnahkan. Kemusnahan hewan-hewan liar akan berarti pula musnahnya atau rusaknya tata lingkungan yang sehat,” ujar Husen.

Sehingga tidak mengherankan jika pada monumen tersebut terdapat tulisan “DALAM DADA KAMI TAK PERNAH PADAM MENGEMBAN TUGAS MENERUSKAN HARAPAN AGAR NAMA DAN TITIPAN INI BANDUNG SEMERBAK SEPANJANG MASA”

Sementara terkait warna putih, menurut Wali Kota Bandung yang menjabat dari 1978 – 1983 ini. Dari serombongan badak yang pernah hidup di Kota Bandung, ada satu ekor badak berwarna putih dan diperkirakan badak putih itu pemimpinnya.

Baca juga :  Nikmatnya Soto Bandung yang Hangat

Tempat Badak Mandi

Menurut Haryoto Kunto dalam bukunya Wajah Bandoeng Tempo Doeloe terbitan PT Granesia pada 1985, menceritakan pada 1866 atau setengah abad sejak Kota Bandung berdiri dan pindah dari Dayeuh Kolot (kini bagian Kabupaten Bandung). Warga masih melihat sekelompok badak yang berada di Cisitu.

Selain badak adapula hewan liar lainnya seperti harimau dan macan tutul, untuk itu seringkali pembangunan Bandung terhalang hewan tersebut.

Beberapa sumber menuliskan, ada beberapa tempat di Kota Bandung sebagai tempat pangguyangan (pemandian) badak. Seperti Jalan Cibadak yang letaknya tidak terlalu jauh dari Pendopo Kota Bandung.

Kawasan Balai Kota Bandung pun, disebut-sebut sebagai tempat pangguyangan badak. Lokasi lainnya yang sebelumnya merupakan lokasi pangguyangan badak yakni Rumah Sakit Umum Rancabadak (sekarang Rumah Sakit Hasan Sadikin), dan kampus Institut Teknologi Bandung (ITB).

Jadi, sambil menikmati suasana yang asri kita pun akan dibawa berkelana tentang kodisi masa lalu Kota Bandung sambil melihat monumen badak putih.

Rute Angkutan Umum

Angkot Stasiun Hall – Dago

Angkot Antapani – Ciroyom

Angkot Stasiun Hall – Gede Bage

Angkot Margahayu – Ledeng

Angkot Kebon Kalapa – Ledeng

Bus Damri Dago – Leuwi Panjang (*/Golali.id)