/Resensi Buku Kuliner Yogyakarta : Pantas Dikenang Sepanjang Masa

Resensi Buku Kuliner Yogyakarta : Pantas Dikenang Sepanjang Masa

Buku Kuliner Yogyakarta : Pantas Dikenang Sepanjang Masa menyibak tentang berbagai kuliner khas dari Yogyakarta, mengupas tentang kuliner Yogyakarta yang berada di kabupaten dan kota di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Khususnya makanan asal Yogyakarta, mulai dari kuliner sehari-hari sampai dengan kuliner yang sajikan dalam berbagai acara daur hidup.

“Bantul dengan produksi gula tebu yang melimpah, mendorong Belanda untuk membangun pabrik gula tebu pada masa kolinial Belanda tersebut. Selain itu, keadaan alam Bantuk yang terletak di pesisir juga menjadikan Bantul sebagai penghasil kelapa. Maka dari itu, dua bahan ini menjadi primadona bagi warga Bantul, karena hasilnya sangat melimpah. Lebih menjadi primadona lagi ketika kedua bahan tersebut dikombinasikan menjadi suatu makanan khas yakni geplak. Ya, geplak adalah perpaduan antara gula pasir dan kelapa yang warnanya bermacam-macam dan tentunya rasanya yang sangat manis menjadikan Bantul dikenal akan geplaknya,” (Halaman 29 -30)

Jika Bantul terkenal dengan geplaknya, maka kawasan Gunungkidul sangat khas dengan kuliner gatot dan tiwul.

“Kondisi alam Gunungkidul yakni dataran tinggi, membuat daerah ini dikenal sebagai tadah hujan. Oleh karenanya di Gunungkidul sulit ditanami padi. Tapi kondisi inilah yang membuat Gunungkidul dikenal pula akan beberapa makanan khasnya. Di Gunungkidul karena sulit untuk ditanami padi, maka makanan pokoknya adalah ketela dan jagung sehingga banyak beberapa makanan seperti gatot dan tiwul yang terbuat dari ketela. Adapula nasi jagung, demplo jagung, dan masih banyak yang lainnya.” (Halaman 30)

Tak hanya tentang kuliner, dalam Kuliner Yogyakarta : Pantas Dikenang Sepanjang Masa, pembaca dapat menikmati sejarah perjalanan dari Yogyakarta mulai dari tahun 1755 atau setelah perjanjian Giyanti. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Judul Buku : Kuliner Yogyakarta : Pantas Dikenang Sepanjang Masa

Penulis : Murdijati Gardjito, dkk.

Terbit : 6 Februari 2017
Tebal : 552 Halaman

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama