/Resensi Buku Jejak Listrik di Tanah Raja

Resensi Buku Jejak Listrik di Tanah Raja

Buku Jejak Listrik di Tanah Raja yang ditulis Eko Sulistyo membahas tentang industri listrik di Surakarta Provinsi Jateng, dari masa kolonialisme Belanda, Jepang, hingga Pascakemerdekaan Indonesia.

Listrik mulai menerangi Surakarta atau Solo melalui Soloche Electricities Maatschappij atau SEM pada tahun 1901, saat itu listrik hanya dapat dinikmati kalangan terbatas. (Halaman 61).

Dalam perjalanannya pemerintah Mangkunegaran bekerja sama dengan SEM untuk pemenuhan kebutuhan listrik di wilayah tersebut pada tahun 1930. Walaupun dalam perjalanannya, pihak Mangkunegaran, ingin mandiri namun ditentang oleh perusahaan induk SEM yaitu ANIEM juga pemerintah Hindia Belanda. (Hal 108)

Dengan perubahan penyedian listrik antara Mangkunegaran dan SEM, maka listrik tidak hanya hadir di kalangan terbatas di Surakarta. Hal ini pun mengubah kehidupan warga di Solo dengan lahirnya budaya perkotaan seperti bioskop, radio, taman hiburan hingga malam hari, restoran, sampai dengan budaya kerja lembur.

Sedangkan di masa penduduk Jepang pada tahun 1942, kebutuhan listrik tetap berjalan di lingkungan Surakarta. (Halaman 224)

Untuk indutsri listrik setelah kemerdekaan Indonesia, pada 27 oktober 1945, Pemerintah Indonesia membentuk Jawatan Listrik dan Gas Bumi di bawah Departemen Pekerjaan Umum dan Tenaga. Keputusan ini merupakan sikap kemandirian di sektor kelistrikan.

Tahun 1953, berdiri Panitia Nasionalis Listrik atas inisiatif pemerintah Indonesia. Tugasnya, menerapkan segenap prinsip menasionalisasi perusahaan listrik swasta. Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga pada 3 Oktober 1953 mengeluarkan Keputusan No U 16/7/5 perihal kekuasaan menjalankan pengoperan perusahaan listrik partikelir.

Presiden Soekarno menerbitkan Surat Keputusan No 163 tahun 1953 mengenai nasionalisasi seluruh perusahaan listrik di Indonesia. (Halaman 237) (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Judul Buku               : Jejak Listrik di Tanah Raja

Penulis                       : Eko Sulistyo

Tebal                          :  XVIII  + 278  Halaman

Penerbit                    : Kepustakaan Populer Gramedia

Cetakan                     : Kedua, Desember 2021

ISBN   Cetak             : 978 – 602 – 481 – 676 -6

ISBN Digital             : 978 – 602 – 481 – 675 – 9