/Mang Oded Gulirkan Program Beli Jelantah, Untuk Apa?
Program Betah Kota Bandung

Mang Oded Gulirkan Program Beli Jelantah, Untuk Apa?

Wali Kota Bandung Oded M Danial (Mang Oded) meluncurkan Program Beli Jelantah (betah) pada Sabtu, 25 September 2021 di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum.

Tujuan dari Program Beli Jelantah (Betah) ini, kata Mang Oded :

  1. Upaya untuk mengurangi persoalan lingkungan yang tercemar jelantah, karena sering dibuang sembarangan
  2. Hal ini mengakibatkan kerusakan pada lingkungan
  3. Selain itu dapat pula menyumbat drainase karena jelantah yang membeku
  4. Warga akan mendapatkan penghasilan tambahan dengan menjual jelantah

“Jelantah tidak diolah lagi oleh kita, kalau dibiarkan akan sangat mengganggu. Oleh karenanya saya harap ini bisa terus berjalan,” kata Mang Oded.

Dalam Program Betah ini warga dapat menjualnya melalui Bank Sampah Resik PD Kebersihan, harga satu kilogram jelantah Rp3.000. Dalam Program Betah ini,
PD Kebersihan bekerjasama dengan Asosiasi Kafe dan Restoran (Akar) Jawa Barat sebagai pengumpul jelantah berskala besar.

Ketua Harian Akar Jawa Barat, Gan Bonddillie (Bon Bon) menjelaskan pihaknya mengumpul jelantah dari anggota Akar Jawa Barat dan bekerja sama dengan eksportir untuk
diekspor terutama ke Benua Eropa.

“Kebanyakan ke Negara Belanda dan negara-negara Eropa lainnya. Karena mereka mempunyai sistem buat mengolahnya menjadi biodiesel,” kata Bon Bon.

“Untuk menghindari pengepul nakal diolah lagi jadi minyak dan dijual kembali,” sambung Bon Bon.

Selain diekspor, saat ini sambung Bon Bon, Akar Jawa Barat telah membicarakan pengolahan jelantah dengan PT Pertamina guna memberikan pelatihan pengolahan
jelantah menjadi biodiesel.

“Tahap selanjutnya kita bisa mengolah jadi biodiesel. Kita sudah minta pelatihan ke Pertamina,” imbuh Bon Bon.

Seperti yang diketahui jelantah merupakan minyak kelapa atau minyak kelapa sawit yang telah digunakan untuk memasak atau menggoreng.

Baca juga :  Lirik Lagu Manusia Kuat dari Tulus

Biasanya minyak yang telah dipanaskan ini memiliki penurunan kadar vitaminnya dan dibuang, karena dapat merusak kesehatan jika terus
digunakan memasak (*/Golali.id)

Dok : Humas Pemkot Bandung