/Kue Bulan dalam Budaya China

Kue Bulan dalam Budaya China

Kue Bulan atau Mooncake dalam budaya China bukan hanya sekedar makanan yang dapat dinikmati setiap saat, seperti di Indonesia saat ini.

Kue Bulan adalah salah satu makanan yang wajib hadir pada Perayaan Pertengahan Musim Gugur yang digelar setiap tanggal 15 bulan 8 pada penanggalan Imlek.Perayaan Pertengahan Musim Gugur ini dikenal juga dengan sebutan Festival Kue Bulan.

Pada dasarnya, bentuk Kue Bulan terinspirasi dari kecantikan dan keindahan bulan purnama yang bulat dan berwarna kuning keemasan. Namun, bentuk Kue Bulan ini sendiri tergantung dari suku mana yang membuatnya. Di Tiongkok, Kue Bulan paling terkenal adalah Kue Bulan Tiociu yang mirip bakpia berlapis serta Kue Bulan kuning yang terdapat lambang tulisan Tionghoa yang dicetak di bagian atasnya. (Buku Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia ditulis Nick Molodysky (2019 : 36 – 37))

Di Indonesia, Kue Bulan biasanya dikenal menurut namanya dalam bahasa Hokkian, yaitu gwee pia atau tiong chu pia.

Bentuk Kue Bulan tradisional pada dasarnya berbentuk bulat, melambangkan kebulatan dan keutuhan.

Namun seiring dengan perkembangan zaman, bentuk-bentuk lainnya muncul menambah variasai dalam komersialisasi Kue Bulan. (Buku Ringkasan Umum Kebudayaan Masyarakat Tionghoa di Indonesia yang ditulis Olivia (2020 : 94 – 95))

Seperti diketahui Kue Bulan menggunakan bahan utama tepung terigu dengan isian mulai dari kumbu kacang hijau, kumbu kacang merah, cokelat, keju, dan duren.

Kue Bulan di kawasan Bandung sangat mudah ditemukan, Kue Bulan saat ini dijual setiap hari di berbagai pasar tradisional di Kabupaten Bandung. (Yatni Setianingsih/Golali.id)