/Kota Bandung Miliki Motif Batik Baru Karya Dinni Adrian, Angkat Ikon Bandung
Batik Kota Bandung

Kota Bandung Miliki Motif Batik Baru Karya Dinni Adrian, Angkat Ikon Bandung

Desainer Batik, Dinni Adrian memperkenalkan batik bermotif ikon Kota Bandung pada 25 September 2021, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-211 tahun di Pendopo Kota Bandung, Jalan Dalem Kaum.

“Saya terinspirasi karena HUT Kota Bandung, jadi saya (berinisiatif) membuat batik ciri khas Kota Bandung,” ungkap Dinni Adrian dihadapan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded dan Wakil Ketua Dekranasda Kota Bandung, Yunimar Mulyana.

Selama ini, Dinni Adrian telah membuat berbagai motif batik yang juga mengangkat ikon Kota Bandung dan Jawa Barat. Antara lain bunga patrakomala, burung kutilang atau cangkurileung, angklung, kujang, Gedung Sate, Jembatan Pasupati, Jalan Braga, hingga Persib.

“Satu motif butuh sekitar satu bulan, kemudian dicetak. Untuk menjadi baju, desain bajunya dari saya sendiri kemudian dijahit,” terang Dinni Adrian.

 Rencanya, motif-motif batik ini akan dipasarkan untuk umum dengan proses batik printing, sementara sebelumnya proses batik tulis.

“Jadi setelah selesai semua akan dicetak, desain dan ke umum. Sekarang maish baru beberapa ikon dan bajunya juga masih ada beberapa yang belum selesai,” imbuh Dinni Adrian.

Ketua Dekranasda Kota Bandung  Bakal Terus Angkat Batik Supaya Semakin Dikenal

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung, Siti Muntamah Oded akan terus mengangkat potensi batik yang ada di Kota Bandung.

“Saya melihat Kota Bandung ini luar biasa punya ini, tentu saja kita terus kembangkan bahwa di sini itu tetap ada meski pun tidak sebanyak yang ada di daerah lain, ungkap Umi Oded.

Menurut Umi Oded, perkembangan batik di Kota Bandung tidak semoncer daerah lain seperti Cirebon ataupun Pekalongan.

“ Jadi kita masih kesulitan sarana dan prasarana, berbeda dengan daerah lain seperti Cirebon dan Pekalongan. Dan SDM-nya juga lebih kepada kreativitas dan jasa,” tutur Umi Oded.

Kendati begitu, Umi Oded optimistis perkembangan batik dari Kota Bandung akan semakin dikenal. Pasalnya banyak terdapat komunitas-komunitas ekologi masyarakat yang juga mengembangkan batik.

“Seperti batik Hasan, batik Komar, saya pun sebagai Ketua RMB (Rehabilitas Bersumberdaya Masyarakat) pun memberikan pelatihan kepada teman-teman disibalitas yang ternyata memiliki sebuah keindahan,” tutup Umi Oded. (*/Golali.id)

Dok : Humas Pemkot Bandung

TAGS: