/Kota Bandung Miliki 20 Sekolah Percontohan PIK Remaja

Kota Bandung Miliki 20 Sekolah Percontohan PIK Remaja

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung meresmikan program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK Remaja) di Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), di SMPN 4 Bandung, Rabu 25 Oktober 2022.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Kenny Dewi Kaniasari menjelaskan, kegiatan Sekolah Siaga Kependudukan dan Kelompok Informasi dan Konseling Remaja (PIKR) bertujuan untuk memberikan arah dan pedoman bagi penanggung jawab atau pengelola pendidikan, guru pembina dalam melakukan penggarapan program kependudukan dan pemberdayaan keluarga.

Kegiatan tersebut di antaranya meningkatkan sebaran informasi pendidikan, konseling dan pelayanan tentang kehidupan berkeluarga bagi remaja segmentasi usia remaja awal (10-14 tahun).

Termasuk meningkatkan pengetahuan remaja segmentasi usia remaja awal (10-14 tahun) tentang kesehatan reproduksi remaja, perilaku berisiko, dan persiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.

“Pembentukan Pusat Informasi dan Konseling Remaja merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan remaja terkait seksualitas, pernikahan dini dan HIV/AIDS,” ujarnya.

Kenny menerangkan, hal itu sesuai dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan No. PK. 03.02.07/7425-Disdik/IX/2022 Tentang Pembentukan Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) Tingkat SMP Kota Bandung.

Keputusan ini berisi penetapan 20 Sekolah Menengah Pertama Percontohan Pembentukan Kelompok Pusat Informasi dan Konseling Remaja sebagai bentuk implementasi untuk meminimalisir permasalahan Seksualitas, Pernikahan Dini dan HIV/AIDS pada remaja.

“Dalam kegiatan ini hadir 20 orang kepala sekolah beserta 2 orang siswa perwakilan dari 20 SMP. Kita berikan Sosialisai tentang kelompok pusat informasi dan konseling remaja dengan cara dan metode yang menarik dan ramah remaja,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengatakan, kolaborasi ini merupakan sebuah langkah untuk mempersiapkan masa bonus demografi di tahun 2045.

“Sehingga remaja yang ada sekarang akan menjadi manusia-manusia yang berkualitas di tahun 2045,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Ketua TP PKK Kota Bandung, Yunimar Mulyana menyebutkan, permasalahan remaja perlu ditangani dan diintervensi sedini mungkin.

“Pusat Informasi dan konseling remaja perlu dibentuk di diseluruh SMP di Kota Bandung dimulai dari 20 SMP percontohan. Bahkan tidak menutup kemungkinan di tingkat sekolah dasar juga menjadi sasaran edukasi terkait pemahaman akan kesehatan reproduksi bagi remaja,” ujarnya. (Humas Pemkot Bandung/Golali.id)

Foto: Humas Pemkot Bandung