/Kisah Rita Indriana Berdayakan Teman Difabel di ABC Woodentoys

Kisah Rita Indriana Berdayakan Teman Difabel di ABC Woodentoys

Rita Indriana, perempuan berusia 52 tahun di Yogykarta ini sejak 2003 membangun usaha pembuatan mainan anak. Istimewanya, Rita Indriani tidak hanya untuk mencari keuntungan tetapi juga memberdayakan teman difabel.

Ya, bisnis yang diberi nama ABC (Anak Bangsa Cerdas) Woodentoys ini menjadi tempat teman difabel berusia anak-anak berkarya. Hal ini terlahir dari latar belakang pekerjaan sang suami sebagai guru Sekolah Luar Biasa (SLB).

“Saya dan suami melihat sendiri di lapangan, upah dan perlakuan ke mereka (penyandang disabilitas)  kok beda ya. Ada yang nggak kerja, ada juga yang ecek-ecek (mengamen) di perempatan jalan. Akhirnya kami putuskan untuk buat mainan edukasi. Produknya nggak hanya mencerdaskan anak bangsa dan bisa memancing mereka menjadi lebih kreatif,” cerita Rita dikutip dari rilis Shopee yang diterima Golali.id, Rabu 9 November 2022.

Awalnya, Rita memberdayakan 5 orang karyawan termasuk 3 diantaranya merupakan lulusan SLB-B (penyandang tuna rungu) dan SLB-C (penyandang tunagrahita) untuk memproduksi berbagai mainan edukasi anak berbahan dasar kayu.

Setelah sekian lama berkarya bersama, Rita mengungkapkan satu kekagumannya terhadap teman-teman lulusan SLB.

“Istimewanya mereka ini, mereka tidak mudah bosan saat mengerjakan sesuatu berulang kali. Jadi lebih happy kan mengerjakannya,” sambung Rita.

(Foto : istimewa)

Sampai saat ini, sudah puluhan lulusan SLB yang Rita berdayakan. Saat ini Rita mempekerjakan 10 orang karyawan untuk proses produksi mainannya.

Ia pun berharap kedepannya ABC Woodentoys dapat menjadi shelter workshop mandiri, bagi lebih banyak lulusan SLB. Tak hanya itu, Rita juga berusaha untuk memberikan fasilitas terbaik bagi para karyawannya.

Mulai dari pelatihan hingga menyediakan asuransi kesehatan dan ketenagakerjaan (BPJS). Menurutnya, penting agar karyawannya bisa mendapat kesejahteraan bahkan setelah pensiun nanti.

Pemasaran produk

Dalam memasarkan produknya, mulanya Rita terbiasa memasarkan produknya secara luring seperti melalui showroom yang berada di pusat Kota Yogyakarta serta berbagai pameran yang diadakan secara periodik. Untuk mengoptimalkan bisnisnya, Rita juga ikut beradaptasi pada perkembangan teknologi.

“Waktu itu ada anak magang bilang, bisa loh jualan online. Dan wah ternyata benar. Nggak cuma buat mejeng produk aja, ternyata teknologi bisa jadi saluran baru,” ujar Rita.

ABC Woodentoys membuka toko di marketplace Shopee pada tahun 2016. Ia mencoba memanfaatkan berbagai fitur seperti Push Produk secara rutin, mengikuti program tanggal kembar, serta memberikan voucher cashback bagi para pelanggan.

“Kampanye tanggal kembar ini terbukti bisa menarik banyak pelanggan. Banyak ibu-ibu yang memanfaatkan kampanye ini untuk mencari mainan yang aman bagi anak mereka. Apalagi ABC Woodentoys menggunakan cat yang aman untuk anak-anak. Bahkan saya merasakan kenaikan pesanan yang cukup signifikan saat kampanye tanggal kembar,” ungkap Rita.

Tak hanya kampanye tanggal kembar yang selalu Rita ikuti tapi juga memaksimalkan fitur Push atau Naikan Produk untuk memudahkan pencarian produk ABC Woodentoys.

“Fitur ini saya gunakan agar pencarian produk kami bisa lebih tinggi. Jadi saat ibu-ibu atau orang tua mencari mainan anak, produk kami bisa mudah dicari oleh pelanggan. Nyatanya banyak pelanggan yang mengetahui produk kami melalui fitur ini,” jelas Ibu berusia 52 tahun ini.

Rita juga melengkapi dengan fitur voucher cashback bagi para pelanggan.

“Apalagi namanya ibu-ibu itu sangat senang jika ada promo. Jadi saya optimalkan juga. Bahkan pernah penjualan kami bisa mencapai 60 pesanan dalam satu bulan”.

Rita terkejut dan senang setelah mengetahui produknya bisa dipasarkan tak hanya di wilayah Yogyakarta, namun hingga ke seluruh Indonesia.

“Shopee dapat membantu kami membangun jaringan. Semakin meluasnya jaringan kami tentu memberikan kesempatan bagi kami untuk bertumbuh dan bisa membantu kami untuk memberdayakan teman-teman penyandang disabilitas sehingga mereka bisa mendapatkan penghidupan yang layak,” imbuh Rita. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

foto : istimewa