/Kisah Najieb, Pelukis yang Rasakan Manfaat Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo
Kampus UMKM Shopee

Kisah Najieb, Pelukis yang Rasakan Manfaat Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo

Shopee memastikan semua pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu di Kampus UMKM Shopee maupun Kampus UMKM Shopee Ekspor. Seperti yang dirasakan Ahmad Zaky Najieb (44), salah satu pelukis yang berasal dari Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah.

Najieb merupakan seorang tuli, dalam kesehariannya sibuk menjalankan usahanya sebagai pemilik bengkel las ‘Fairuz Wrought Iron’. Bengkel ini berada di Jalan Solo-Purwodadi KM 8.5 Selokaton, Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Namun, untuk menghilangkan kepenatan di tengah rutinitasnya yang padat. Lulusan Kriya Logam Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta ini, menjalankan hobinya melukis. Kini, jumlah lukisannya sudah lebih dari 3.000 lukisan.

Banyaknya jumlah lukisan yang dihasilkannya, Najieb pun berinisiatif menjual lukisannya secara online, melalui media sosial dan mengunggah di fitur status pesan lintasnya.

“Saya memfoto lukisan dan menuliskan keterangan. Alhamdulillah, beberapa teman-teman saya tertarik untuk membeli,” beber Najieb dikutip dari rilis Shopee yang diterima Golali.id, Jumat 3 Desember 2021.

Sayangnya, kebanyakan calon pembeli menghubungi Najieb melalui telepon, sehingga ia terkendala untuk menjawabnya.

“Beberapa teman juga membantu menyebarkan karya saya ke teman-temannya. Jadi beberapa orang menelepon menanyakan lukisan. Namun, saya tidak bisa menerima panggilan teleponnya. Hanya bisa menulis di chat dan menjelaskan bahwa saya tuli. Hal ini yang terkadang menjadi kendala dalam berkomunikasi,” ungkap Najieb.

Di sela-sela kesibukannya di bengkel las, sesekali Najieb mencari informasi melalui internet tentang berjualan secara daring. Bahasa yang asing baginya, membuat Najieb sulit memahami dunia digital, khususnya e-commerce. Sempat ingin belajar melalui webinar atau workshop digital, tetapi niat itu Najieb urungkan.

Belajar di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo

Kendala berkomunikasi pun tak kunjung mendapat solusi. Hingga pada Oktober 2021, grup pesan lintas komunitas Najieb, yaitu Komunitas Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Kota Surakarta, memberikan informasi bahwa Shopee akan membuka kelas pelatihan bisnis digital khusus untuk teman tuli di Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo.

Baca juga :  Ini Pemenang Karya Terunik dari Lomba HUT Bandung Heritage dan Hari Pusaka Dunia 2021

Najieb tak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia pun mengajukan diri untuk ikut serta. Selama mengikuti pelatihan, Najieb selalu aktif menyerap berbagai informasi yang dibutuhkan. Sebagai modal mengembangkan bisnis digitalnya, melalui aplikasi Shopee.

“Selama ini, saya terhambat informasi untuk belajar dunia digital dan saya kira akan sulit. Tetapi begitu Shopee mendekatkan kami secara inklusif, ternyata mudah mempelajari bisnis digital dan saya senang bisa belajar di sini,” imbuh Najieb.

Semangat Najieb tak berhenti di kelas, Najieb kembali menghubungi trainer Kampus UMKM Shopee Ekspor Solo untuk lebih mendalami seluk beluk dunia digital. Setelah belajar kelas bisnis digital, Najieb mendapatkan banyak masukan untuk menyesuaikan produknya agar dapat dijual di Shopee.

Misalnya, membuat lukisan dengan ukuran kecil, sehingga mudah proses pengirimannya dan bahkan Najieb bisa menjual produk lainnya yang sesuai dengan kriteria berjualan online.

“Saya ingin berkembang di bisnis digital bersama Shopee. Saya dipermudah agar dapat berjualan di sini dan bersemangat menyesuaikan kebutuhan konsumen, agar dapat memiliki tambahan penghasilan dari hobi,” terang Najieb.

Tuli bukan halangan

Bagi Najieb, menjadi tuli bukanlah penghalang untuk terus berkembang seiring dengan perubahan zaman. Siapapun harus beradaptasi termasuk orang-orang tuli di zaman yang serba digital ini. Najieb berpesan kepada teman tuli, agar tak berhenti meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan media tulisan ataupun isyarat, terlebih jika telah memiliki cita-cita yang besar.

“Dulu, sebelum ada HP (ponsel pintar) seperti sekarang, orang tuli sangat sulit berkomunikasi dengan orang dengar. Sekarang zaman sudah maju. Melalui HP, kita bisa online dan bisa menunjukkan apa saja. Temen-teman tuli harus banyak belajar Bahasa Indonesia. Supaya kata-kata yang disampaikan tepat. Agar orang-orang paham maksud kita, sehingga tertarik dengan usaha kita,” pungkas Najieb dengan semangat. (*/Golali.id)

Baca juga :  Novel Perjalanan Mustahil Samiam Dari Lisboa, Melihat Portugal Lima Abad Lalu

Foto : Revo Dipra/ Shopee