/Ini Penyebab SD Negeri di Kota Bandung Minim Pendaftar pada 2022

Ini Penyebab SD Negeri di Kota Bandung Minim Pendaftar pada 2022

Terkait dengan masih adanya SD Negeri di Kota Bandung yang minim pendaftar, secara sederhana Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar menjelaskan, hal tersebut terjadi karena dampak pergeseran demografis penduduk Kota Bandung.

Seperti yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), berdasarkan hasil survei tahun 2020 menyatakan bahwa proporsi penduduk usia muda (0-14 tahun) mengalami penurunan karena adanya penurunan angka kelahiran.

Hasil survei mengatakan, jumlah anak yang lahir mulai tahun 2013 (usia 0-7 tahun) jumlahnya hanya 10,88 persen dari total Penduduk Indonesia.

“Tahun 1971 penduduk usia muda (0-14 tahun) mencapai 44,12 persen sedangkan tahun 2020 angkanya turun hingga 23,33 persen. Dari survei tersebut berdasarkan analisis sederhana kami, dapat disampaikan bahwa kekosongan satuan Pendidikan ini dikarenakan berkurangnya anak usia 7 tahun yang melanjutkan Pendidikan di tingkat SD,” papar Hikmat

Sama halnya dengan Kota/Kabupaten lainnya, sebagian besar SD di Kota Bandung, merupakan warisan kebijakan pembangunan SD Inpress pada tahun 1973-1978. Saat itu dilakukan pembangunan SD secara nasional, hingga mencapai 150 ribu SD untuk memenuhi kebutuhan Pendidikan bagi penduduk usia muda.

Selain banyaknya jumlah sekolah, lokasi sekolah pun menjadi salah satu faktor yang menjadi pertimbangan Orang tua dalam memilih Satuan Pendidikan.

“Hasil evaluasi kami ada beberapa SD di daerah tertentu yang mengalami kekurangan peserta didik selama 3 tahun terkahir. Namun demikian, kami akan kaji lebih dalam sebagai bahan pertimbangan Pemerintah Kota dalam upaya meningkatkan akses layanan Pendidikan,” tutur Hikmat. (HUMAS PEMKOT BANDUNG/Golali.id)

foto : Humas Pemkot Bandung