/IM3 Hadirkan Collabonation X dengan Konsep Berbeda

IM3 Hadirkan Collabonation X dengan Konsep Berbeda

IM3 kembali menghadirkan Collabonation X sebagai medium kolaborasi yang mempertemukan seni multidisiplin untuk bereksperimen menghasilkan karya penuh makna dan berbeda dari kolaborasi yang telah dilakukan sebelumnya.

Collabonation X dari IM3 dihadirkan dalam 2 episode dengan menghadirkan karya kolaborasi dari beragam kolaborator lintas seni. Collabonation X episode perdana ini akan ditayangkan pada screening eksklusif di Mitra Hadiprana Boutique Mall, Jakarta. 

Selain ditayangkan perdana pada screening eksklusif, 2 episode karya audio visual dari Collabonation X ini juga dapat dinikmati secara online di YouTube IM3. Ikuti setiap update terbaru mengenai Collabonation X dan IM3 di akun Instagram @indosatim3

Pada Collabonation X ini, IM3 melibatkan Lomba Sihir, SambaSunda, Majelis Lidah Berduri sebagai perwakilan musisi.

Dari sisi seni peran menghadirkan Teater Garasi. Selain itu adapula Hebrew Fransa atau Mas Bruh yang mewakili dari visual artist.

“Collabonation X hadir sebagai inovasi yang semakin membuka ruang kolaborasi bagi para pelaku seni dan industri kreatif. Kolaborasi perdana yang dihadirkan Collabonation X penuh dengan eksperimen berbagai hal baru yang dilakukan oleh pelaku seni lintas disiplin dan musisi lintas genre, sehingga menghasilkan karya yang belum pernah ada sebelumnya. Dengan semangat Empowering Indonesian Youth, kami yakin Collabonation X dapat menginspirasi generasi muda untuk semakin membuka perspektifnya dalam berkolaborasi untuk bisa menghasilkan lebih banyak karya lainnya yang tidak terduga,” beber SVP-Head of Brand Management & Strategy IM3, Fahroni Arifin dalam siaran pers yang diterima Golali.id.

Untuk diketahui Lomba Sihir adalah musisi dengan genre pop alternatif dan memiliki ragam lagu hitsnya seperti Hati dan Paru-Paru, Mungkin Takut Perubahan, serta Polusi Cahaya.

SambaSunda adalah grup musik tradisional asal Bandung yang gaya musiknya banyak dipengaruhi oleh budaya musik tradisi Sunda seperti Gamelan dan Degung Sunda. Kolaborasi yang bertujuan menghasilkan karya audio visual ini semakin diperkuat dengan bergabungnya kolaborator dari sisi visual, yaitu Hebrew Fransa yang lebih dikenal dengan Mas Bruh. Hebrew Fransa merupakan seorang visual artist yang pernah menghasilkan karya 3D-nya bersama dengan Glass Animals dalam AR (Augmented Reality) Filter di Instagram dan karya mixed media artwork untuk Synchronize Fest. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Foto : IM3