/Cerita Lahirnya Merek Sepatu Vaia

Cerita Lahirnya Merek Sepatu Vaia

Vaia adalah salah satu merek atau brand sepatu wanita asli Indonesia, yang didirikan Affania Fariza Balqis pada tahun 2017. Saat ini Vaia sudah mampu menyerap 60 tenaga kerja yang awalnya hanya 2 tenaga kerja. Bahan baku yang digunakan dalam memproduksi sepatu merek Vaia, asli Indonesia.

“Sejak dulu, dunia fashion sudah menarik perhatian ku. Memenuhi peran dan menjalankan keseharian, baik sebagai seorang ibu, wanita karir, mahasiswa dan ataupun peran-peran lainnya, kenyamanan selalu menjadi prioritas utama. Sehingga aku tahu, bahwa aku tidak sendiri dalam menghadapi tantangan untuk mendapatkan kenyamanan serta estetika sekaligus dalam sepasang sepatu,”

“Sehingga di tahun 2017 pun, tekad ku semakin bulat untuk mengubah situasi tersebut dan menghadirkan solusi. Bagi aku sepasang sepatu tidak hanya dapat mengantarkan ke tempat tertentu, tetapi juga menjadi salah satu penopang dalam setiap kegiatan. Akhirnya Vaia pun dilahirkan, sebuah merek sepatu yang menggabungkan antara desain menarik dan kenyamanan untuk menemani seluruh individu dalam menjalankan perannya masing-masing di berbagai momentum,” ungkap Affania Fariza Balqis dalam siaran pers dari Shopee, yang diterima Golali.id baru-baru ini.

Menurut Affania ada 3 poin utama yang membuat Vaia berbeda yaitu :

= Comfort, bagaimana produk Vaia berhasil mengkombinasikan gaya dan kenyamanan dalam setiap pasang sepatu

= Quality Craftsmanship and material, setiap produk Vaia dibuat dengan craftmanship yang teliti serta menggunakan material terbaik di kelasnya

= Timeless elegance, Vaia memastikan bahwa setiap desain yang dibuat memberikan sensasi elegan kepada pengguna-nya, VAIA Lady.

Awal pandemi Covid-19, Vaia bergabung dengan Shopee untuk mempertahankan penjualan produk-produknya, yang menurun imbas pembatasan sosial dari pemerintah untuk menghindari penyebaran Covid-19.

“Pada kuartal 4 di tahun 2020, merupakan momen dimana kami memutuskan untuk bergabung dengan Shopee. Tahun yang sangat menantang bagi para pelaku usaha, termasuk Vaia. Sulit membayangkan, untuk berjualan sepatu di saat semua pihak sedang melakukan pembatasan. Salah satu adaptasi yang dapat kami lakukan dalam penjualan dan pemasaran adalah bergabung dengan Shopee,”

“Saat itu, Shopee tidak hanya diminati masyarakat untuk memenuhi kebutuhan, tetapi juga menjadi salah satu strategi yang sangat membantu bagi para pengusaha untuk tetap menjalankan bisnis. Setelah 2 hingga 3 bulan setelah bergabung, perlahan kami bangkit, khususnya dengan hadirnya kampanye angka kembar dan lebaran yang bisa meningkatkan penjualan Vaia hingga 80 persen dari sebelumnya,” lanjut Affania. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

foto : Shopee