/Buku Rumah Kemanusiaan dari Jabar Quick Respons

Buku Rumah Kemanusiaan dari Jabar Quick Respons

Jabar Quick Respons (JQR) meluncurkan buku berjudul ‘Rumah Kemanusiaan’ , sebagai catatan bakti unit di bawah Diskominfo kepada permasalahan kemanusiaan yang dialami warga.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengapresiasi buku tersebut sekaligus kinerja JQR selama lima tahun dalam kepemimpinannya bersama Uu Ruzhanul Ulum.

Peluncuran buku dilakukan di Aula Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, dalam sebuah talkshow masih dalam rangkaian West Java Festival (WJF) 2023, Minggu 3 September 203.

“Saya senang bahwa setiap ada masalah kemanusiaan JQR selalu hadir dengan cepat oleh sistem seperti ini,” ujar Ridwan Kamil.

Menurut Gubernur,  dimana ada manusia di situ ada masalah kemanusiaan, dimana ada permasalahan kemanusiaan JQR akan selalu ada siap siaga membantu dan menolong atas nama kemanusiaan.

Sejak dibentuk 18 September 2018, JQR hingga Mei 2023 telah membantu 159 ribu warga, menerima 24.189 aduan masyarakat, 13.093 atau 54 persen di antaranya masuk kategori JQR.

Dari 13.093 aduan yang masuk tupoksi JQR tersebut, 9.392 aduan atau 71 persen telah terselesaikan, 3.764 atau 29 persen masih dalam proses.

JQR memiliki empat peran utama, yakni sebagai penerima aduan masyarakat, pengelola informasi, edukasi melalui kampanye media, dan melakukan advokasi terhadap warga terkait informasi dan kebijakan yang berhubungan dengan Covid-19.

JQR sebagai organisasi kemanusiaan di bawah naungan Pemerintah Provinsi Jabar juga berkolaborasi dengan 35 lembaga dan institusi, baik pemerintah maupun swasta menyalurkan ribuan Alat Pelindung Diri (APD) dan masker kepada ratusan puskesmas dan rumah sakit, juga paket sembako kepada ratusan ribu warga yang tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jabar.

Gubernur telah menitipkan kepada Penjabat Gubernur Jabar, Bey Machmudin yang akan dilantik Selasa 5 September 2023, agar mempertahankan unit yang dilahirkan mengatasi masalah yang butuh solusi cepat tanpa terhambat proses birokrasi.

“Saya sudah bertemu Pak Bey untuk menitipkan semua yang baik-baik ini, sebaiknya jangan diubah karena itulah yang membuat provinsi ini terbaik se-Indonesia. Kecuali ada gagasan baru, saya silakan Pak Bey untuk melakukan inovasi-inovasi,” kata Ridwan Kamil. (Humas Pemprov Jabar/Golali.id)

Foto : Humas Pemprov Jabar