/Blok Odading Desa Sayati, Bukan Sekedar Cerita Kuliner

Blok Odading Desa Sayati, Bukan Sekedar Cerita Kuliner

Blok odading, begitulah nama yang disematkan untuk Kampung Saluyu Selatan RT01/RW 16. Di Desa Sayati, Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung.

Bagaimana sejarah kawasan tersebut disebut Blok Odading, salah satu kuliner Sunda ini :

  1. Ketua RT 01 Kampung Saluyu Selatan, Rahmat mengisahkan : sekitar tahun 1980-an, mayoritas warga di salah satu kampung yang ada di Desa Sayati ini memproduksi dan menjual odading dan cakwe.
  2. Warga di Kampung Sukaluyu Selatan ini menjual odading dan cakwe di sentra keramaian yang ada di Desa Sayati. Mulai dari pasar dan sekolah-sekolah.

Biasanya para pedagang memproduksi dan menjual langsung odading dan cakwe tersebut dalam kondisi baru diproduksi.

3.Selain itu, ada juga warga yang merantau memproduksi dan berjualan odading dan cakwe ke luar Kabupaten Bandung seperti Kota Bandung, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

  1. Sejak itu, kampung ini lebih dikenal dengan sebutan Blok Odading.
  2. Ada dua jenis pembuat odading dan cakwe.

Pertama, warga yang membuat odading dan cakwe di rumah, lalu dijual pihak lain.

Warga yang membuat odading dan cakwe ini biasanya mengolah makanan yang terbuat dari tepung terigu ini, pada sore hari untuk dijual pada malam hari, adapula yang memproduksinya pada tengah malam untuk dijual pada pagi hari.

Kedua, warga yang membuat dan menjualnya sendiri, di lapak yang berada di pusat keramaian maupun keliling kampung. Biasanya berjualan pada pagi dan sore hingga malam hari.

  1. Saat ini hanya tinggal beberapa orang yang memproduksi dan berjulan odading dan cakwe.
  2. Penyebabnya banyak warga dari daerah lain yang berjualan odading dan cakwe di Desa Sayati.
  3. Warga di kampung ini ada yang beralih profesi bekerja di perusahaan swasta dan lembaga pemerintahan. Berjualan bahan pokok dan konveksi. (*/Golali.id)
Baca juga :  Catat Jadwal dan Lokasi IHW 2022