/98 Persen Ekspor dari Jabar Berasal dari Manufaktur

98 Persen Ekspor dari Jabar Berasal dari Manufaktur

Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan saat ini pun aktif mendorong pertumbuhan jumlah eksportir milenial, yang masuk dalam kategori Industri Kecil Menengah (IKM).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar Iendra Sofyan mengatakan, pihaknya menggenjot pertumbuhan eksportir milenial melalui Program Export Coaching Program (ECP), yang dilaksanakan sejak tahun 2019.

“Sampai saat ini sekitar 240 eksportir milenial yang kita latih. Tahun 2022 ada 30 orang dari 150 orang yang mendaftar dan berhasil kami kurasi,” kata Iendra.

Dalam Program ECP, selama setahun peserta diberikan pengetahuan mengenai riset pasar negara tujuan ekspor, mencari data calon pembeli, dan korespondensi bisnis.

Selain itu diberikan pula informasi dan peluang pasar dari perwakilan dagang di negara tujuan ekspor, serta persiapan business matching.

“Dari April sampai Juni 2022, kami sudah berhasil mengekspor 158.344 Dolar AS dari 9 komoditi,” ujarnya.

Program ECP akan terus dikembangkan, pihaknya menggandeng dukungan perbankan, hingga Bank Indonesia beserta dinas terkait seperti KUK Jabar, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Jabar, serta Dinas Perkebunan Jabar.

“Semuanya harus terkoordinir di Disperindag karena kami yang akan melaporkan seluruh aktivitas ekspor, baik manufaktur, maupun IKM,” tuturnya.

Iendra juga menyebutkan, pihaknya terus mendorong upaya ekspor non manufaktur karena hingga saat ini, ekspor terbesar Jabar adalah bidang manufaktur, yakni sebesar 98 persen.

“Jadi kita dorong sisanya, yaitu yang dua persen untuk produk non manufaktur,” pungkas Iendra. (HUMAS PEMPROV JABAR/Golali.id)

Foto : Humas Pemprov Jabar