/3 Cara Daftar DTKS untuk Warga Bandung yang Kurang Beruntung Secara Ekonomi
Daftar DTKS Kota Bandung

3 Cara Daftar DTKS untuk Warga Bandung yang Kurang Beruntung Secara Ekonomi

Kepala Bidang Data dan Informasi, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung Susatyo Triwilopo menjelaskan ada tiga  cara daftar pengusulan untuk masuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Begini 3 cara daftar usulan masuk DTKS :

  1. Cara klasik melalui kelurahan yang selanjutnya akan diteruskan usulannya kepada Dinsos
  2. Kedua ditunjuk langsung oleh Kementerian Sosial
  3. Mengusulkan mandiri mengusulkan DTKS melalui aplikasi cek bansos

Dalam aplikasi cek bansos tersebut, masyarakat dapat mengajukan usulan sekaligus melaporkan apabila mendapatkan kekeliruan data penerima.

“Di aplikasi itu ada usulan dan sanggahan. Jadi bisa mengusulkan dan  bisa melaporkan apabila melihat warga yang sudah mampu tapi dapat disanggah,” kata  Susatyo Triwilopo dalam Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika, Jalan Wastu Kencana Kota Bandung, Kamis 7 Oktober 2021.

“Kemudian akan dibahas di kelurahan dan disampaikan usulan ke kita untuk dilakukan perubahan,” imbuh Susatyo Triwilopo.

Untuk diketahui akibat pandemi Covid-19, jumlah warga miskin per Januari 2021 meningkat 3.000 orang dibandingkan sebelumnya.

Jumlah penambahan warga miskin ini, telah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial.

Warga yang telah masuk dalam DTKS mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial :

  1. Bantuan Sosial Tunai (BST)
  2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)
  3. Program Keluarga Harapan (PKH)

Jumlah warga miskin Bandung

Akibat pandemi Covid-19, jumlah warga miskin per Januari 2021 meningkat 3.000 orang dibandingkan sebelumnya.

Jumlah penambahan warga miskin ini, telah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. 

“Tadinya 136 ribu sekarang jadi 139 ribu. Kemarin kita juga kerja keras supaya bisa masuk DTKS yang memang betul bisa masuk dan belum terdata di DTKS,” beber Kepala Dinas Sosial Kota Bandung Tono Rusdiantono.

Lebih lanjut, Tono Rusdiantono menjelaskan penyebab bertambahnya warga miskin ini, karena pada saat pandemi Covid-19 ini banyak warga yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), frustasi, maupun tindakan kriminal yang berdampak pada perekonomian masyarakat.

“Semua terkena imbas termasuk pedagang, pelaku usaha hiburan, dan pasar-pasar. Dikarenakan dalam usahanya tidak ada take and gift (di masa pandemi sulit dilakukan,” terang Tono Rusdiantono. (*/Golali.id)

TAGS: