Langsung ke konten utama

Postingan

Museum di Sekitar Gedung Sate

BANDUNG,(Golali) - Gedung Sate adalah kantor pemerintahan provinsi Jawa Barat (Jabar) atau tempat kerja Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda Jabar. Lokasi Gedung Sate berada di Jalan Diponegoro No 22 Kota Bandung. Di sekitar Gedung Sate terdapat 4 museum yang bisa menjadi tujuan tempat wisata sejarah. Berikut 4 museum di dekat Gedung Sate : 1.Museum Gedung Sate Alamat atau lokasi Museum Gedung Sate di Jalan Diponegoro No 22 Kota Bandung. Di dalam kompleks Gedung Sate, tepatnya dibagian belakang Gedung Sate.   2.Museum Pos Indonesia Lokasi Museum Pos Indonesia di Jalan Cilaki No 73 atau di sisi kanan Gedung Sate 3.Museum Geologi Bandung Alamat Museum Geologi Bandung  di Jalan Diponegoro No 57 Kota Bandung. Lokasi Museum Geologi tidak jauh dari Gedung Sate, Lapangan Gasibu, dan Pusdai Jabar. 4.Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat Lokasi Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat (Monju) berada di Jalan Dipati Ukur No 48 Kota Bandung, berseberangan dengan Kampus Unpad dan sekitar ...

Lirik Lagu Kopi Dangdut-Fahmi Shahab

  Lagu Kopi Dangdut dipopulerkan penyanyi dangdut Fahmi Shahab Begini lirik lagu Kopi Dangdut – Fahmi Shahab Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana Sayup ku dengar melodi cinta yang menggema Terasa kembali gelora jiwa mudaku  Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut Api asmara yang dahulu pernah membara Semakin hangat bagai ciuman yang pertama Detak jantung ku seakan ikut irama  Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut Irama kopi dangdut yang ceria  Menyengat hati menjadi gairah  Membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu Api asmara yang dahulu pernah membara Semakin hangat bagai ciuman yang pertama Detak jantungku seakan ikut irama  Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut Dag-dig-dug, detak jantungku Ser-ser-ser-ser-ser, bunyi darahku Dag-dug-dug-dig-dug, detak jantungku  Ser-ser-ser-ser-ser, bunyi darahku Na-na-na, mengapa kamu-da-datang lagi menggodaku Dulu hatiku membeku bagaikan segumpal salju Ku tak mau peduli bi...

Lampu Merah di Jalan Merdeka Kota Bandung

BANDUNG,(Golali) - Jalan Merdeka Kota Bandung adalah salah satu jalan yang sibuk di Kota Bandung, Jalan Merdeka membentang dari perempatan Jalan Ir H Djuanda (Dago) dan Jalan LLRE Martadinata (Riau) sampai dengan pertemuan Jalan Merdeka dan Jalan Lembong. Di Jalan Merdeka terdapat 2 lampu merah yaitu : 1) Perempetan Jalan Merdeka dan Jalan Aceh 2) Perempatan Jalan Merdeka dan Jalan Lembong Itulah 2 lampu merah di Jalan Merdeka Kota Bandung. (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Hal-hal Terkait Jalan Dipati Ukur Kota Bandung

BANDUNG,(Golali) - Jalan Dipati Ukur Kota Bandung adalah salah satu ruas jalan yang berada di pusat Kota Bandung dan termasuk ikon dari Kota Bandung. Berikut hal-hal terkait Jalan Dipati Ukur Kota Bandung : = Jalan Dipati Ukur Kota Bandung identik dengan Kampus Unpad Dipati Ukur. = Panjang Jalan Dipati Ukur Kota Bandung sekitar 1,8 kilometer dimulai dari persimpangan Jalan Ir H Djuanda (Dago) dan Jalan Surapati sampai dengan perempatan Jalan Ir H Djuanda (Dago) dan Jalan Sumur Bandung sekitaran Pasar Simpang Dago. = Jalan Dipati Ukur dikenal sebagai pusat wisata kuliner siang dan wisata kuliner malam hari. = Di Jalan Dipati Ukur terdapat 3 kampus. Dua kampus perguruan tinggi swasta dan satu kampus perguruan tinggi negeri yaitu Unpad = Jalan Dipati Ukur menjadi lokasi nongkrong anak muda Kota Bandung pada malam hari = Terdapat Monumen Perjuangan Jawa Barat (Monju) = Pusat titik pemberangkatan dan pemberhentian mobil travel ke berbagai daerah di Jabar = Pusat wisata fashion anak muda ka...

Berapa Panjang Jalan PHH Mustofa Kota Bandung ?

BANDUNG,(Golali) - Jalan PHH Mustofa memiliki panjang sekitar 3,34 kilometer. Jalan PHH Mustofa membentang dari perempatan Jalan Pahlawan dan Jalan Surapati hingga Jalan Jendral Ahmad Yani sekitaran Eks Terminal Cicaheum. Nama jalan ini diambil dari nama salah seorang ulama dan sastrawan Sunda yaitu Hasan Mustapa atau Penghulu Haji Hasan (PHH) Mustapa atau Mustofa. Berbagai tempat yang ada di sekitaran Jalan PHH Mustofa yaitu : = Kampus ITENAS = Surapati Core = Jalan utama menuju Saung Angklung Udjo = Universitas Sangga Buana YPKP = Kantor PLN ULP Bandung Timur = SMP Negeri 16 Bandung = SMP/SMA YAS = Kampus Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan UPI = Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci (Yatni Setianingsih/Golali.id)

Resensi Buku Hidup Itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem : Nasihat Kehidupan dari Cak Nun

Membaca buku Hidup itu Harus Pintar Ngegas dan Ngerem, yang berisi 11 ceramah Emha Ainun Nadjib atau biasa disapa Cak Nun, sarat akan nasihat-nasihat yang berkenaan dengan kehidupan masa kini. Petuah-petuah Cak Nun yang berpijak pada ajaran agama Islam, disampaikan dengan bahasa tutur yang lugas dan ringan, sehingga tidak berkesan menggurui dan menghakimi. Nasihat-nasihat ini meliputi berbagai dimensi mulai dari budaya, hukum, politik, kearifan lokal, ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan, sampai dengan teknologi.Ilmu adalah untuk mencari tahu tempat segala hal, dan menempatkan segala hal pada tempat yang tepat. Contohnya dalam menentukan pemimpin negara, kalau orangnya begini cocok jadi presiden, kalau begini cocoknya jualan soto, semua itu ada ilmunya. Kalau kamu tidak tahu ilmunya, dan asal mencocokkan saja, bisa tidak karuan. Tidak akan maju negara ini (hal 10). Tidak semua pembelajaran itu bersifat kognitif. Tidak semua pemahaman itu melalui kata. Sebenarnya pemahaman yang paling mend...

Teater Guriang Usung Kearifan Lokal

(dok : Teater Guriang) BANTEN,(Golali) - Teater Guriang adalah salah satu sanggar teater yang berada di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Teater Guriang berada dalam naungan Guriang Indonesia, yang didirikan Dede Abdul Majid dengan dua kawannya yaitu Septian seorang fotografer dan Yogi Gumilar seorang seniman teater. "Guriang didirikan tanggal 12 Desember 2012," kata Direktur Utama Guriang Indonesia, Dede Abdul Majid yang akrab disapa Majid kepada Golali dalam wawancara secara online, Jumat 4 Oktober 2024. Lebih lanjut Majid membeberkan Teater Guriang tak hanya terbatas seni pertunjukan, tetapi menghadirkan kearifan lokal dalam pelatihan dan pertunjukkannya. “Yang identik dengan guriang, pertunjukkan menggunakan bambu sebagai media artistik dan instalasi panggung. Kenapa bambu? Karena bambu lekat dengan kehidupan masyarakat Sunda. Dan karena tanaman bambu adalah tanaman yang banyak tumbuh di Rangkasbitung tempat (pendiri) Guriang tinggal. Selain estetik bambu memabwa nilai s...